Kisah Tentang Perang Badar dan Latar Belakangnya

Klik iklan untuk donasi

Perang Badar merupakan pertempuran pertama dalam sejarah Islam. Meskipun pasukan Muslim jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan Quraisy, umat Islam berhasil memenangkan pertempuran tersebut.

Perang Badar tidak terlepas dari konteks konflik panjang antara kaum Muslim awal dan penguasa Makkah yang tidak senang dengan berkembangnya Islam. Pertempuran ini dianggap sebagai kemenangan besar karena melawan kemusyrikan dan ketidakbenaran. Mari simak tentang kisah yang melatarbelakanginya!

Latar Belakang Perang Badar

Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan tahun kedua setelah Hijrah. Pertempuran tersebut melibatkan 313 pasukan umat Islam yang berhadapan dengan lebih dari 1.000 orang dari kaum Quraisy. Perang ini menjadi pertempuran perdana yang dihadapi umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah pada tahun 622 Masehi.

Menurut buku “Dua Pedang Pembela Nabi SAW” karya Rizem Aizid, Perang Badar terjadi karena tindakan tidak adil yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy. Hal ini mengakibatkan kaum Muslimin melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah untuk menghindari perlakuan zalim yang dilakukan oleh kaum Quraisy.

Meskipun hijrah telah terjadi, perselisihan dan konflik antara kedua belah pihak terus berlanjut. Ketegangan yang semakin meningkat akhirnya memicu pecahnya perang antara keduanya, yang kemudian dikenal sebagai Perang Badar.

Sebelum terjadinya perang utama ini, telah terjadi pertikaian kecil antara kaum Muslimin dan kafir Quraisy, meskipun tidak dalam skala yang bisa disebut sebagai perang. Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW memimpin 200 tentara untuk menyerang kabilah besar kafir Quraisy. Sebagai balasan, kaum Quraisy melancarkan serangan ke Madinah dengan tujuan mencuri ternak kaum Muslim.

Perang sengit tersebut berlangsung selama dua jam. Pasukan Muslim berhasil menghancurkan garis pertahanan tentara Quraisy, yang mengakibatkan mereka mundur secara teratur. Kemenangan dalam perang tersebut memberi tingkat kehormatan yang tinggi bagi kaum Muslimin, meskipun jumlah pasukan mereka jauh lebih sedikit dari musuh.

Pemimpin dalam Perang Badar

Pada waktu Perang Badar, Pemimpin perang dari umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW mengangkat Ibnu Ummi Makhtum sebagai wakilnya di Madinah. Namun, setelah sampai di Ar-Rauha’, beliau meminta Abu Lubabah bin Abdul Mundzir untuk kembali ke Madinah dan menggantikan posisi Ibnu Ummi Makhtum sebagai wakilnya.

Bendera komando tertinggi yang berwarna putih diberikan kepada Mush’ab bin Umair Al-Qurasyi Al-Abdari. Pasukan Muslim dibagi menjadi dua batalyon:

  • Batalyon Muhajirin. Ali bin Abu Thalib diberikan tanggung jawab atas benderanya.
  • Batalyon Anshar. Sa’ad bin Mu’adz dipercayakan untuk memimpin benderanya.

Az-Zubair bin Al-Awwam mengendalikan komando sayap kanan, sementara Al-Miqdad bin Amr bertanggung jawab atas sayap kiri karena keduanya adalah orang yang naik kuda dalam pasukan tersebut. Qais bin Sha’sha’ah ditugaskan untuk menjaga titik pertahanan garis belakang. Rasulullah sendiri memegang komando tertinggi.

Semangat Jihad Umat Islam dalam Perang Badar

Meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit, pasukan umat Islam mempertahankan semangat jihad pada saat Perang Badar yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Sementara itu, pasukan dari kaum Quraisy dipimpin oleh Abu Jahal.

Dalam perang tersebut, kaum Muslim memilih posisi yang dekat dengan sumber air, dipilih oleh Nabi Muhammad SAW sebagai strategi perang. Mereka memanfaatkan kondisi geografis Kawasan Badar.

Misalnya, Saad bin Muadz, sahabat Nabi, membuat gundukan tanah di sekitar lokasi perang untuk memungkinkan Nabi Muhammad SAW untuk mengamati jalannya pertempuran dan merencanakan serangan yang tepat untuk mengalahkan pasukan Quraisy.

Nabi Muhammad SAW secara langsung memimpin serangan melawan pasukan Quraisy dalam perang tersebut. Pasukan Muslim terdiri dari 313 orang, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, serta 2 ekor kuda.

Di sisi lain, pasukan dari kaum Quraisy terdiri dari 1.000 orang, 600 lengkap bersenjata, 700 unta, serta 300 kuda. Meskipun kalah dalam jumlah, semangat jihad kaum Muslim berhasil menewaskan tiga pemimpin perang dari pasukan Quraisy: Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.

Dalam pasukan Quraisy yang menyerang kaum Muslim, terdapat kerabat Nabi Muhammad SAW dari kabilah Bani Hasyim, termasuk paman Nabi, Abbas bin Abdul Muthalib, Hakim (sepupu Khadijah), dan lainnya.

Perang besar dalam Perang Badar diluar perkiraan kaum Muslim. Awalnya, Nabi Muhammad SAW merencanakan pertempuran biasa dan bukan perang besar, sehingga jumlah pasukan Muslim hanya 313 orang. Ketika melihat persenjataan dan jumlah besar pasukan kafir Quraisy, Nabi Muhammad SAW sempat menangis dan berdoa kepada Allah SWT.

Setelah berdoa, Nabi Muhammad SAW merancang strategi perang. Ia menyusun pasukan Muslim dalam formasi rapat dan menguasai sumur-sumur untuk memotong pasokan air kepada pasukan Quraisy. Perang juga dimulai dengan serangan jarak jauh.

Ketika pasukan Quraisy mulai menyerang, kaum Muslim tidak langsung berhadapan secara fisik, melainkan menyerang dengan anak panah dari jarak jauh sebelum terlibat pertempuran pedang.

Pada tengah hari, sebanyak 50 pemimpin pasukan Quraisy tewas, termasuk Abu Jahal, dan banyak yang melarikan diri. Sementara itu, jumlah korban dari pihak umat Muslim hanya sebanyak 14 orang. Umat Islam berhasil mengusir 1.000 tentara Quraisy dan mendapatkan rampasan senjata, hewan ternak, serta perniagaan dari kafilah Abu Sufyan.

Kemenangan Umat Islam dalam Perang Badar

Akhirnya, pasukan dari umat Islam meraih kemenangan dalam Perang Badar, yang memperkuat posisi Islam di wilayah Madinah. Perang Badar menjadi peristiwa penting bagi umat Islam, terutama karena terjadi selama bulan suci Ramadan.

Ini merupakan pertempuran besar pertama umat Islam dalam melawan musuh. Melalui pertolongan Allah, meskipun jumlah pasukan lebih sedikit, umat Muslim berhasil memenangkan pertempuran ini.

Allah SWT bahkan menamai Perang Badar sebagai “Yaum Al-Furqan” atau Hari Pembeda, karena pada hari itu dibedakan antara yang benar dan yang salah. Allah SWT menurunkan pertolongan besar untuk umat Islam, memenangkan mereka atas musuh mereka, yaitu kaum kafir Quraisy.

Bagikan Artikel:

Media Partner

Maksimalkan performa Digital Marketing perusahaan anda bersama Amsa Studio – Digital Marketing agency yang telah berpengalaman sejak 2014 dan telah membantu puluhan perusahaan dari dalam hingga luar negeri

Premium Guest Post

Recent Posts

  • All Post
  • Doa
  • Ekonomi
  • Guest Post
  • Haji & Umroh
  • Kisah
  • Sejarah
  • Seni
  • Wawasan

Ikuti Kami

Ikuti kabar terbaru kami

Kamu telah berlangganan! Sepertinya ada yang salah!
Edit Template

Tentang Kami

Al muslim on adalah situs berita seputar dunia islami yang berisikan mulai dari sejarah, wawasan, doa, profil, seni, dan sebagainya.

Postingan Terbaru

  • All Post
  • Doa
  • Ekonomi
  • Guest Post
  • Haji & Umroh
  • Kisah
  • Sejarah
  • Seni
  • Wawasan

© 2023 Developed by Amsa